Published On: Sun, Oct 20th, 2013

Dirangkul Perempuan Tua dan Kumuh, Dahlan Didoakan

dibaca 433 kali
Share This
Tags
Dirangkul Perempuan Tua dan Kumuh, Dahlan Didoakan

Dirangkul Perempuan Tua dan Kumuh, Dahlan Didoakan

TEMPO.CO , Yogyakarta :Ada kejadian menarik saat Menteri Badan Usaha Milik Negara BUMN Dahlan Iskan mengunjungi Yogyakarta pada Jumat tengah malam 18 Oktober 2013.

Saat itu Dahlan yang maju menjadi kandidat calon presiden lewat konvensi Partai Demokrat hendak menemui puluhan orang yang menamakan diri ‘Relawan Demi Indonesia (ReDI) di kawasan monument Tugu Yogyakarta. Dahlan sedianya turut menghadiri deklarasi komunitas yang selama ini menyukai gagasan-gagasannya dan membangun komunitas lewat jejaring social twitter miliknya, @dahlanis.

Namun, sekitar 300 meter dari monumen Tugu, Dahlan minta turun dari mobil yang juga ditumpangi bersama istrinya. Tepatnya, di sebelah barat monumen Tugu atau depan Pasar Tradisional Kranggan. Sementara mobil yang membawanya terus melaju hingga berhenti di kawasan Tugu dan menunggunya.

Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) itu minta turun karena hendak membeli buah durian yang biasa dijajakan di depan pasar itu saat malam. Namun ternyata malam itu Dahlan apes. Ia tak menemukan satu penjual durian melainkan hanya penjual bunga.

Karena tak ketemu yang dicari, akhirnya Dahlan berjalan kaki sendirian menuju monumen Tugu di mana puluhan orang telah menunggunya. Namun sebelum sampai Tugu, sekitar 100 meter, Dahlan didekati seorang perempuan tua. Pakaiannya lusuh dan tak menggunakan alas kaki, seperti tunawisma.

Perempuan itu mendekat saat beberapa pemuda dari ReDI Yogya hendak menjemput Dahlan yang terlihat berjalan sendirian di pinggir jalan yang sudah sepi itu. Namun perempuan itu tetap mendekat dan tiba tiba merangkul tangan Dahlan. Ia lalu berkata, “Pak, nanti kalau sudah jadi menteri eling  wong cilik (Ingat rakyat kecil) ya?” katanya. Dahlan yang sempat kaget terdiam beberapa saat. Ia memandangi perempuan berpakaian hitam hitam itu dengan raut masih heran.

Setelah beberapa saat, Dahlan baru menjawab. “Ya, Bu, nanti kalau saya sudah jadi menteri saya perhatikan,” kata Dahlan sambil tersenyum. Setelah mendapatkan jawaban Dahlan, perempuan itu baru tampak puas dan ikut tersenyum. Tanpa meminta apapun dari Dahlan lagi, perempuan itu lalu melepaskan rangkulannya dan melanjutkan berjalan ke arah barat menjauhi Dahlan.

PRIBADI WICAKSONO

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah