Published On: Wed, Aug 19th, 2015

Mantri Ilegal Kata Kepala Dikes Loteng

dibaca 1,481 kali
Share This
Tags

f- dr. eka kadikes loteng  (2)RADIO LOMBOK FM – Kepala dinas kesehatan kabupaten Lombok Tengah mengatakan, mantri yang menangani Ahmad Adam Pratama, balita 9 bulan warga lingkungan Rancak Kelruahan Praya Lombok Tengah, tidak memiliki dokument resmi dan tidak terdaftar di dinas kesehatan baik sebagai tenaga kesahatan maupun sebagai perawat apalagi dokter.

Oknum mantri terancam akan di pidanakan jika nantinya terbukti tidak memiliki izin melakukan praktek pengobatan.

Pihak suku dinas kesehatan kabupaten Lombok Tengah menjelaskan,pihaknya sudah melakukan pengecekan dan pemeriksaan di semua data dinas kesehatan dan kesejumlah puskesmas dikabupaten Lombok Tengah,dan dinas kesehatan memastikan jika mantri Ismail tidak tercatat sebagai tenga medis baik perawat maupun dokter.

Dari analisa medis dinas belum berani memastikan jika itu merupakan mal praktik,namun dari diagnosa sementara dinas kesehatan memastikan jika Adam mengalami inveksi dan terkena virus sehingga terjadi pembekakan pada bagian bokong bekas tempat disuntik dan disekujur tubuhnya mengalami bintik-bintik dan benjolan yang mengeluarkan cairan.

Kepala dinas kesehatan nurhadini Eka Dewi akan mengambil langkah hukum jika nantinya terbukti mantri tersebut tidak memiliki izin dalam melakukan peraktek pelayanan medis kepada masyarakat di kabupaten Lombok Tengah.

“Kita sudah lacak ke organisasi ppni ternyata yang bersangkutan bukan anggota ppni dan kami juga sudha melacak ke dua peskesmas yang bersangkutan juga tidak tercatat sebgai pegawai di peruskesmas, sehingga jika terbukti nnatinya akan dikenakan dengan undang-undang praktek kedokteran.’’ungkap Dokter Eka.

Sementara itu direktur Rumah Sakit Umum Daerah [RSUD] Praya Kabupaten Lombok Tengah Muzakir Langkir, mengaku belum mengetahui dengan jelas persoalan itu karena dirinya juga baru mengetahui persoalan itu, namun dirinya mengatakan bahwa mantri itu memang benar bukan perawat, setelah dilakukan pengecekan kepada Persatuan Perawat Indonesia PPRNI dan tidak terdapat nama dari ismail.

“Dia tukang suntik liar, bisa saja dia berkerja di isntansi kesehtna tapi bukan dokter,dia juga tidak menjadi anggota organisasi perawat.’’ Tegas Langkir.

Kendati banyaknya pemberitaan hingga mengundang perhatian banyak kalangan dikabupaten Lombok Tengah, namun hingga saat ini baik pihak keluarga dan sejumlah awak media belum bisa mengubungi mantri yang sudah membuat bocah 9 tahun itu meregang nyawa, nomor ponselnya yang coba di hubungi oleh keluarga dan awak media juga tidak pernah aktif, dan pihak keluarga menyerahkan persolan ini kepada hukum yang berlaku setelah mereka melaporkannya kepihak yang berwajib. |003|007|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah