Published On: Wed, Mar 30th, 2016

DIGUSUR PKL GEDOR PEMDA

dibaca 698 kali
Share This
Tags

IMG20160330100420RADIO LOMBOK FM,LOMBOK TENGAH – Puluhan PKL, gedor DPRD Lombok Tengah 30/03 mereka menolak adanya relokasi semua stand dan lapak milik PKL, yang sudah lama berjualan di depan masjid Agung Praya, puluhan PKL menolak jika rencana relokasi itu karena pemda tidak pernah memberikan kejelasan terhadap para PKL, dimana lokasi yang akan di peruntukan untuk para PKL, sementara mereka selalu diminta untuk pindah, namun para PKL resah mau pindah kemana sementara tempat yang disipakan belum jelas dan tidak refesentatif untuk berjualan.

“Kami mendukung langkah pemda untuk membangun kawasan praya dan masjid Agung namun kami meminta kejelasan apakah ini bersifat sementara atau menetap, sehingga kami meminta lokasi tempat kami akan direlokasi,supaya di tata dan diberikan tempat yang bagus,” Ungkap Lalu Roby Azizi perwakilan PKL.

Pemerintah akan melakukan penertiban pada bulan April ini, untuk penataan kawasan masjid Agung, menjelang gelaran MTQ nasional Pada bulan Agustus mendatang. Oleh dinas PU dan Desperindag setempat.

Masjid Agung menjadi Venue acara MTQ nasional, sehingga kawasan masjid Agung akan ditata dari simpang empat hingga pom bensin Praya, penataan ini dilakukan supaya kota Praya tertata dengan baik dan para tamu terkesan ketika berada di kota Praya sehingga kami juga melakukan relokasi para PKL ke jalan Sulawesi.jelas Kabid Cipta Karya PU ESDM firman wijaya kepada RADIO LOMBOK FM.

PKL yang akan di relokasi sebangak 40 PKL, namun hingga saat ini belum ada kejelasan dimana para PKL itu akan di tempatkan sehingga membuat anggota DPRD geram dan meminta kejelasan kepada pemda, namun Pemda belum memberikan kejelasan pasti terhadap tempat relokasi dari para pedagang.

Sementara itu sekretaris Desperindag Baiq. Sri astuti Handayani mengatakan” Ya kalau ada anggaran kami kembalikan ke DPRD , silahkan DPRD yang berjanji kami akan buatkan lapak untuk para pedagang. Cetusnya.

Kabid keamanan untuk ketertiban masyarakt (KUKM) Sat Pol PP Loteng Lalu Marwan mengatakan “penertiban itu dilakukan bukan karena adanya MTQ saja tapi sudah sesuai dengan aturan dan perda yang ada di Lombok Tengah.”ungkapnya.
Setelah melalui diskusi yang cukup alot Para PKL bersepakat untuk diatur namun tetap di perbolehkan untuk berjualan di kawasan masjid Agung Praya.|003|022|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah