Published On: Sat, Jan 31st, 2015

Diduga Bermasalah, Rehap Irigasi Senilai Rp 14 Miliar Milik BWS

dibaca 1,024 kali
Share This
Tags

 

RADIO LOMBOK FM – Proyek rebah (perbaikan) saluran irigasi induk tahap III di Daerah Irigasi (DI) Bendungan Batujai Lombok Tengah (Loteng) milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU tahun 2014, diduga bermasalah. Dugaan awal, proyek senilai  Rp. 14 miliar lebih tersebut, dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak. Sehingga berpotensi menimbulkan kerugian Negara dalam jumlah yang tidak sedikit.

Menurut Lembaga Pemerhati Pertanian dan Kesejahteraan Rakyat (LP-Pakar) Loteng, menyebutkan, modus dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh BWS ialah dengan mengurangi spesifikasi fisik saluran irigasi tersebut. Baik itu tinggi saluran, maupun ketebalan pondasi dan dinding irigasi.

 

“Dari sejak awal kita pantau kegiatan pembangunan fisik proyek tersebut, sudah ada dugaan penyelewengan yang terjadi,” ungkap Koordinator LP-Pakar Loteng, Isnaini, Rabu, kemarin. Terhadap ketidak sesuai spesifikasi proyek tersebut, pihaknya sebenarnya sudah menyampaikan ke pihak BWS sendiri.

 

Akan tetapi oleh pihak BWS tidak kunjungn digubris. Hingga pengerjaan proyek tersebut dinyatakan selesai akhir tahun 2014 lalu. “Ketika kita tegur, pihak BWS berjanji akan melakukan perbaikan atas ketidak sesuai spesifikasi proyek ini. Tetapi hingga batas waktu penyelesaian proyek, tidak ada tindakan yang dilakukan pihak BWS,” akunya.

 

Ironisnya, dari hasil monitoring internal yang dilakukan oleh pihak BWS tersebut, dugaan kejanggalan tersebut ternyata diakui ada. Tapi lagi-lagi pihak BWS tidak juga mau melakukan perbaikan. Sesuai hasil temuan dari tim monitoring internal BWS tersebut.

 

Sehingga pihaknya menduga, antara tim monitoring dengan pelaksanan teknis di BWS, juga akan permainan. Pasalnya, kalau kemudian hasil temuan tersebut dilakukan perbaikan, maka akan butuh waktu lebih lama lagi. Konsekuensinya, proyek tidak akan bisa tuntas tepat waktu.

 

“Kalau proyek tidak tuntas tepat waktu, maka mustahil anggaran pembangunan rebah saluran irigasi tersebut, cair 100 persen,” imbuhnya. Mengingat, untuk bisa mencairkan anggaran proyek 100 persen, proses harus selesai dan tidak ada temuan kesalahan atau penyelewengan didalamnya.tegasnya. |002.008

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah