Published On: Thu, Oct 8th, 2015

“Calo Tanah” Resahkan Warga Desa Sukadana

dibaca 1,265 kali
Share This
Tags
      67-RADEN-BAMBANG-ANGGRITA

ooRADIO LOMBOK FM – Isu pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Sukadana Kecamatan Bayan semakin santer terdengar. Anehnya lagi kendati isu itu belum jelas kebenarannya, namun beberapa oknum calo tanah mulai gentayangan, bahkan disinyalir sampai melakukan intimidasi kepada pemilik tanah yang terletak di pesisir pantai Karang Gedeng Desa Sukadana.

Hal tersebut dikeluhkan salah seorang warga Desa Sukadana Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, Raden Bambang Anggrita. Menurutnya, beberapa oknum calo pernah datang kerumahnya dan minta agar tanah miliknya seluas 14 are dijual kepada oknum calo.

“Ada dua oknum calo yang datang ke rumah, Dan setelah saya tanya tujuannya ternyata dia minta sertifitkat tanah dan minta tanda tangan dengan mengatakan hanya ibu saya saja belum tandatangan, Namun setelah ditelusuri masih banyak warga yang tidak mau menjual tanah miliknya yang kini sudah produktif”, kata Bambang kepada Lombok FM, Rabu malam 7 Oktober 2015.

Bambang mengatakan”,tanah yang dibutuhkan sebagai tempat membangun PLTU sekitar 35 hektar yang berada di pesisir pantai. Dan tanah tersebut sudah dikelola puluhan tahun oleh warga bahkan sudah memiliki sertifikat dan menjadi tanah yang cukup produktif”,jelasnya.

Terkait soal ijin dari desa, menurut Bambang belum ada ijin yang dikeluarkan oleh kepala desa, namun secara tiba-tiba sang oknum calo berinisial MD dan MG mendatangi si pemilik tanah secara bergantian atau door to door, sambil meminta sertifikat dan tandatangan persetujuan penjualan tanah milik. Bahkan sang calo berjanji akan mendatangkan presiden Jokowi.

Alasan dari sang calo tersebut membuat banyak warga yang takut dan resah, sehingga sebagian warga terpaksa menyerahkan sertifikat dan membubuhkan tandatangan pada kertas yang disodorkan sang calo tanah, dengan harga Rp. 10 juta per are.“Ada warga yang sampai pingsan karena ketakutan dan tidak mau menjual tanahnya”, ungkap Bambang.

Bambang minta kepada semua pihak untuk membantu warga, agar tidak ada lagi calo yang datang menakut-nakuti sang pemilik tanah,sebab tidak ada warga yang mau menjual tanah yang sudah produktif, karena dipersiapkan untuk anak cucu mereka.

Merespon hal tersebut, salah seorang dari LSBH Mataram, Titi Suhada menegaskan akan melakukan kajian hukum terhadap pengakuan warga ini, apakah si oknum calo ini layak dituntut secara hukum atau bagaimana. Dan itu semua akan terlihat dari hasil kajian dan kesepakatan masyarakat. “Kalau masyarakat sepakat, oknum calo yang mengintimidasi masyarakat akan kita tuntut sesuai hukum yang berlaku”, tegas Titi.|004|051|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah