Published On: Tue, Sep 1st, 2015

Cabe Meroket Petani Merugi

dibaca 1,491 kali
Share This
Tags

F -PETANI CABE MEMERIKSA CABENYA (2)RADIO LOMBOK FM – Sungguh ironi menimpa para petani di desa Sembalun kecamantan sembluan lombok timur, Naiknya harga cabe dipasaran tidak dibarengi dengan kenaikan harga ditingkat petani,hal ini diduga karena adanya permainan yang dilakukan para tengkulak guna meraih keuntungan besar.

Naiknya harga cabe dipasar tradisional dan nasional ternyata tidak berdampak terhadap para petani cabe khususnya yang ada dikecamatan sembalun Lombok Timur.

Melambungnya harga cabe yang menembus kisaran 50 hingga 60 ribu per kilonya justru menguntungkan para tengkulak,hal ini disebabkan karena biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani dipinjam dari para tengkulak.
saat ini harga cabe ditingkat petani hanya berkisar antara 10 ribu hingga 15 ribu per kilonya sementara harga dipasar mencapai 40 ribu hingga 50 ribu perkilonya.

SaLah satu petani asal desa sembalun Darwata muhamad dirinya merasa rugi kendati harga cabe melonjak di pasaran namau di tataran para petani hanya bisa di jual hanya 10 hingga 12 ribu saja karena ada tengkulak yang mengambil hasil panen cabe mereka.

‘’Hari ini termasuk minggu ini harga ditingkat petai 11 hingga 12 ribu, karena ada tahapan-tahapan kalau disebut karena ulah tengkulak. Kami merasa rugi dengan kondisi ini karena di pasaran haraganya 50 hingga 60 ribu namun di paetani hanya 11 ribu dimana persoalalnua kami tdak tahu,’’ jelasnya.
Dalam 10 are tanaman cabe dibutuhkan biaya produksi sekitar 3 juta hingga 4 juta rupiah dalam sekali musim tanam.
Menurunya produksi cabe para petani diwilayah sembalun ini diakibatkan kekerungan air sehingga banyak tanaman cabe yang busuk sebelum waktu panen.jika pemerintah tidak segera turun tangan,maka kerugian para petani cabe akan semakin bertambah.|003|0030|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah