Published On: Wed, Aug 5th, 2015

Buruh Migran Asal Desa Gemel Jonggat Disiram Air Panas Majikanya

dibaca 1,602 kali
Share This
Tags

tki

RADIO LOMBOK FM – Salah seorang Pahlawan Devisa asal Dusun Montong Kecial Desa Gemel Kecamatan Jonggat Lombok Tengah, mengalami luka bakar dari perut hingga ke kakinya akibat tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh majikanya di Abu Dabi Saudi Arabia.

Anggota Komunitas Buruh Migran (Kobumi) yang berkantor di Hongkong, Hana Astari mengungkapkan, Buruh Migran tersebut bernama Jannah 20 tahun yang berasal dari Dusun Montong Kecial Desa Gemel Kecamatan Jonggat Lombok Tengah.”Saya mengetahui peristiwa dugaan kekerasan ini berawal dari teman anggota Kobumi yang lain lewat media soial,”katanya saat dihubungi via phone cell-nya, Rabu (5/8/2015) oleh Radio Lombok FM.

Setelah itu lanjut Hana, barulah dirinya dengan aktif melakukan komunikasi dengan korban melalui media social. Komunikasi dengan Jannah rutin dilakukan dengan hanya menggunakan message karena Jannah tidak memiliki kartu internet dan hanya menggunakan jaringan Wifi yang tidak terkunci dari tetangganya.”Jannah tidak bisa kami telfon untuk bicara langsung karena ia bilang takut ditahu oleh majikannya yang seorang polisi dan sangat galak,”tuturnya.

Jannah lanjut Hana, menceritakan berbagai perlakuan kasar yang dilakukan oleh majikanya. Hingga beberapa waktu lalu ia disiram oleh majikanya dengan air mendidih dari perut hingga ke kakinya. Setelah disiram air panas itu, ia sempat dibawa kerumah sakit , namun setelah hanya diperban lalu dipulangkan kembali dari rumah sakit dan hanya diberikan obat anti biotik saja.

Biaya rumah sakit juga dibayar dari gaji korban sendiri yang ternyata hingga saat ini juga belum jelas jumlahnya. Walau pada tahun pertama dulu, ia pernah digaji oleh majikanya selama setahun dengan hanya 800 real saja.”Kami sempat berkomunikasi dengan si majikan itu dengan meminta bantuan seorang kawan yang bisa menggunkan bahasa arab. Dan sang majikan mau memulangkan Jannah asalkan dengan uangnya sendiri,”imbuhnya.

Akhirnya pihak Kobumi hanya bisa memandu Jannah mengurus kepulangnya melalui Hongkong dengan berkomunikasi melalui media social. Saat ini, Jannah telah dipandu mengurus kepulangnya dengan terlebih dahulu mengurus perpanjangan passport-nya yang ternyata sudah habis masa berlakunya dan dipegang oleh majikanya.

Pihak Kobumi berharap agar, aktifis Buruh Migran yang ada di Lombok bisa ikut membantu penyelesaian masalah yang dialami oleh si Korban. Pada Sabtu tanggal 8 Agustus 2015 lusa, diperkirakan Jannah sudah akan terbang ke Lombok Indoensia.”Mudahan saja pihak majikanya benar-benar memulangkan Jannah ini, walau biaya pemulangannya itu diambil dari gaji Jannah sendiri dan tiket pesawatnya juga kami nilai tidak wajar karena sangat mahal,”tandasnya.

Sementara itu, orang tua Jannah yang bernama Siti Maryam 50 tahun, membenarkan kalau ia mempunyai seorang putri yang berangkat ke Saudi sejak beberapa tahun lalu. Ia mengaku tidak pernah mendapat kabar dari putrinya itu sejak ia berangkat.”Saya tidak tahu dia berangkat pakai perusahaan apa, karena tidak pernah diberaitahukan kesaya. Karena dia tidak tinggal dengan saya sejak dia kelas 3 sekolah dasar,”lirihnya singkat.

Siti Maryam tidak bisa berkata-kata apa-apa atas penderitaan yang dialami oleh anaknya tersebut. Dia lebih banyak diam dan tidak menjawab pertanyaan Lombok FM yang mewawancarainya. |001|0052

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah