Published On: Mon, May 2nd, 2016

Bupati Kuliti Pelaksanaan Upacara Hardiknas Di Pujut

dibaca 832 kali
Share This
Tags

RADIO LOMBOK FM, Lombok Tengah  – Saat memasuki area lokasi upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 di Lapangan Umum Mandalika Sengkol, aura tidak baik mulai dirasakan. Demikian awal ungkapan kekecewaan Bupati Lombok Tengah,HM.Suhaili,FT.SH.MM, Senin (2/5) 2016 saat menyampaikan amanatnya pada upacara tersebut.

SAM_3792

Bupati mengaku sangat kecewa atas pelaksanaan upacara yang dinilainya diremehkan oleh segenap panitia pelaksana. Khususnya kepada dinas atau instansi selaku panitia penyelenggara, Bupati menilai belum bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan upacara. Hal itu juga berlaku pada upacara apapun.”Jadi jangan menganggap upacara apapun atau kegiatan seperti ini diremehkan. Dari hari kehari saya melihat, kita semua tidak fokus mempersiapkan upacara termasuk penyelenggaraan hari ini,”Tandas Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati dengan terus terang mengungkapkan kekecewaanya terhadap pelaksanaan upacara tersebut. Jangankan dalam pelaksanaan upacara, saat memasuki arena bupati sudah merasakan aura tidak baik. Begitu juga dari peserta, banyak guru yang justeru dibelakang mencari tempat berteduh.”Sementara anak-anak didik disuruh berjemur. Padahal upacara semacam itu merupakan ajang contoh bagi anak-anak didik,”Tukasnya.

Begitu juga dengan peserta upacara yang terdiri dari berbagai unsur yang ada, dari aparat TNI hanya diwakili oleh satu orang peserta. Hal itu kata bupati, pasti akibat kurang koordinasi pihak panitia dengan aparat TNI. “Apakah anggota TNI di Lombok Tengah ini Cuma satu orang. Mohon maaf, saya harus kuliti pelaksanaan upacara pagi ini,”Tegas Bupati.

Selain itu dalam pelaksanaan upacara tersebut, bupati melihat banyak terjadi demam panggung akibat dari kurangnya latihan. Latihan tidak benar-benar dilakukan akibat upacara semacam itu dianggap remeh oleh petugas upacara. Akibatnya saat tampil didepan orang banyak, komandan upacara salah ucap tanggal upacara.”Ini masak dua mei dibilang duapuluh mei,”Ujar Bupati.

Untuk itu bupati berharap kedepan hal semacam itu tidak terjadi lagi. Ia berharap agar panitia dalam upacara apapun bila memang belum paham untuk meminta bantuan pada instansi lain seperti TNI/Polri. Demi kebaikan diminta agar jajaran pemerintah daerah tidak merasa gengsi dan sok pintar.”Rajin-rajinlah latihan dan jangan sekali-kali menganggap remeh upacara semacam ini dan upacara apapun,”Tandas Bupati|001|001|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah