Published On: Fri, Oct 9th, 2015

BSM Dinilai Tidak Sesuai Dengan Nilai-Nilai Budaya

dibaca 485 kali
Share This
Tags

miRADIO LOMBOK FM – Pemberian dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya, karena bantuan dana tersebut dapat menciptakan psiologi anak menjadi lemah dan berorientasi kepada materi.

salah seorang pemerhati budaya Lombok Utara, Imam Safwan,mengatakan“Dana BSM ini akan menciptakan psiologi anak lemah dan berorientasi kepada material, karena orangtua akan berbondong-bondong menyebut dirinya miskin. Jadi kalau bisa dana BSM ini diubah saja namanya menjadi Dana Pendampingan Pendidikan atau nama lain”,ungkapnya.

Menurut Imam Safwan, dana BSM seringkali menjadi masalah di sekolah, karena anak yang dapat dana tersebut bukan digunakan untuk membeli kebutuhan sekolahnya, tapi seringkali digunakan oleh orangtuanya untuk membeli hal-hal yang tidak berkaitan dengan kebutuhan anak.

“Jadi anak yang memperoleh dana BSM perlu pendampingan dan pengawasan serta nama BSM itu sendiri harus diganti dengan nama lain, sehingga tidak ada kata-kata miskin yang dapat berpengaruh terhadap mental anak, keluarga dan masyarakat, sehingga tidak terkesan anak itu bangga dikatakan miskin supaya mendapat bantuan, Selain itu data juga perlu diperbaiki, agar anak yang mendapat bantuan benar-benar tergolong miskin”, jelasnya.

Sementara Sulistiyo, salah seorang pemerhati sosmas mengaku, permasalahan data sebenarnya sudah menjadi persoalan klasik, dan ini bukan saja terjadi di NTB tapi di Negara ini. Contohnya data kependudukan sering tidak sinkron dengan data di lapangan, dan termasuk data penerima BSM. |004|059|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah