Published On: Fri, Oct 9th, 2015

Bila Terbukti Terlibat Politik Praktis Akan Dipecat

dibaca 702 kali
Share This
Tags

ooRADIO LOMBOK FM – Pejabat Bupati Lombok Utara, Ashari, SH.MH, minta kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tetap pada posisi netral pada Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Bila ada PNS yang terbukti turut berpolitik praktis, dirinya akan langsung memberikan tindakan tegas sesuai dengan aturan. “Dan jika pelanggaran itu dinilai berat, maka diambil langkah tegas berupa pemecatan, termasuk penerapan sanksi lain sesuai kadar pelanggaran”,ungkapnya.

Ashari menghimbau kepada para apartur birokrasi supaya tetap bekerja dan tidak terpengaruh politik praktis jelang Pilkada, demi menjaga kesetabilan pemerintahan sebagai bagian dari tugasnya menciptakan kondusifitas dan membina para aparatur untuk bisa bersikap netral selama proses kampanye hingga hari pemilihan.

“PNS tetap pada posisi semula sebagai pelayan masyarakat, tanpa harus terjebak politik dukung – mendukung ke kubu paslon Bupati – wakil bupati yang tengah bersaing”, jelasnya.

Plt. Bupati yang ditemui usai menunaikan ibadah haji itu menegaskan pemerintah sudah tegas mengatur bahkan mengancam PNS yang berpolitik bisa langsung diberhentikan atau dipecat jika terbukti turut berpolitik praktis. Hal itu sebagaimana Memorandum Of Understanding (MoU) antara Kemendagri, Kemenpan RB dan Bawaslu di Jakarta (2/10/2015) lalu.

Penjabat bupati Lombok Utara itu pun meminta kepada para aparatur PNS tetap konsisten dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, sehingga proses pembangunan tetap berjalan dimasa transisi peralihan kepemimpinan. Demikian hal nya dengan sikap politik, PNS bisa saja bertindak subyektif terhadap kedua paslon, sebab hal itu manusiawi.|004|062|

      71-VOICE-ASHARI-PECAT-PNS-BERPOLITIK

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah