Published On: Mon, Mar 7th, 2016

Bidik Untung Berlimpah Dari Pola Mina Padi

dibaca 888 kali
Share This
Tags

a8RADIO LOMBOK FM,Lombok Barat – Para petani di Kecamatan Lingsar terus mengembangkan pertanian terpadu yang merupakan perpaduan tanaman padi dan budidaya ikan di satu lahan. Sahri petani di Lingsar merasakan mamfaat dari metode Mina Padi tersebut. Dari pantauan lombok fm,saat berbincang-bincang dengan salah satu petani yang terbilang cukup berpengaruh di kecamatan Lingsar tersebut.

Amaq Sahri lebih jauh menjelaskan terkait berbagai keuntungan dan tata cara menggunakan metode penanaman padi dengan cara mina padi tersebut. Sahri menilai, lahan pertanian yang semakin menyempit tersebut membuat para petani berinisiatif untuk mengembangkan pola pertanian terpadu seperti ini untuk produktivitasnya.

Dengan metode tersebut para petani bisa mengatur jarak tanam padi lebih dekat maka rumpunnya semakin banyak. Sehingga bulir padi semakin banyak. Selain itu, padi yang ditanam juga lebih tahan terhadap hama. Padi yang ditanam dengan sistem ini tahan genangan air, daya adaptasi padi sangat kuat dan rasa beras juga lebih pulen. “Ikan yang akan ditabur di lahan sawah itu juga harus disiapkan. Ukuran ikan yang akan ditabur juga harus jangan terlalu kecil. Penebaran ikan di sawah pada saat padi sudah berumur 7-10 hari. Yakni setelah penyiangan pertama,” ungkapnya.

Pola seperti ini dilakukan, kata Amaq Sahri untuk menghindari stres pada ikan akibat pengadukan lumpur yang berlebihan atau pemupukan. Pada saat itu padi sudah tahan genangan air.

Ditambahkannya, pengaturan air merupakan faktor penting. Di awal, tinggi air cukup 3-5 sentimeter supaya tidak mengganggu pertumbuhan padi. Setelah itu, air disesuaikan dengan tinggi tanaman padi dan untuk menghindari kematian ikan, pupuk yang digunakan pertama kali adalah pupuk organik sebagai pupuk dasar yang sekaligus menjadi pakan alami ikan. Itu dilakukan sebelum pengolahan lahan.

Ia menyebut, pupuk-pupuk seperti urea, TSP dan KCL ditebar saat tanam sebagai pupuk dasar. Pemupukan susulan pertama dengan urea pada umur 10-15 hari setelah tanam. Pemupukan kedua dengan urea pada akhir fase vegetatif atau 7 hari menjelang fase premordia bunga. Hasilnya, dalam waktu kurang lebih 2 bulan atau 15 hari sebelum padi di panen ikanpun di panen.

Menyinggung keuntungan yang didapatkannya, ia menjeaskan, pengembangan dengan metode mina padi ini dalam 1.000 meter persegi, bisa memanen padi sebanyak 8 kwintal dan bisa panen ikan 5 kwintal.

“Panen ikan bisa memperoleh keuntungan Rp. 300.000 sampai Rp. 400.000 dari 1000 ekor namun apabila bibit yg di tebar sebanyak 5000 ekor maka keuntungan yg akan peroleh kurang lebih Rp.1,5 sampai Rp.2 juta.” ujarnya.|010|16|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah