Published On: Wed, Mar 2nd, 2016

BERKENALAN DENGAN DIABETES MELITUS

dibaca 1,014 kali
Share This
Tags

apotekPrevalensi Diabetes Melitus (DM)menurut data WHO 1997 meningkat tajam untuk wilayah Asia Tenggara, dimana pada tahun 1995 berkisar 30an juta penderita, 5 tahun kemudian naik menjadi hampir 40an juta, dan prediksi untuk 2025 prevalensinya adalah 2 kali lipat dibanding 25 tahun sebelumnya. Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2007 dan 2013 menghitung proporsi DM usia 15 tahun keatas, dan didapat hasil bahwa proporsi DM pada riskesdas 2013 meningkat 2 kali lipat dibanding 2007.

Diabetes mellitus(DM) adalah sekelompok penyakit metabolik ditandai dengan hiper glikemia, karena pancreas tidak dapat memproduksi cukup insulin atau resistensi insulin, atau keduanya.

Ada beberapa tipe DM yaitu  DM tipe 1 biasanya ditandai kurangnya produksi insulin.  DM tipe 2 yang merupakan 95% dari seluruh kasus DM, terjadikarena penggunaan insulin yang tidak efektif oleh tubuh. DM tipe ini bisa pula berkembang menjadi DM tipe 1.Ada pula gestational DM yang muncul hanya pada wanita hamil.

Prinsip dasar pengobatan DM yaitu mengubah gaya hidup dengan mengontrol asupan makanan, berolah raga secara teratur, dan yang teramat penting adalah minum obat secara teratur. Untuk jenis obat DM yang tepat, penderita haruslah control kedokter secara teratur, karena jenis obat akan disesuaikan dengan kadar gula dalam darahnya. Sementara untuk cara pemakaian obat DM bisa dikonsultasikan dengan apoteker. Penggunaan obat yang tidak tepat indikasi, dosis, dan cara pemakaian akan menyebabkan terjadinya hiper glikemia (meningkatnya kadar gula) atau hipo glikemia (menurunnya kadar gula). Keduanya sama-sama berbahaya, namun hipo glikemia bisa menyebabkan terjadinya koma diabetic apabila tidak ditangani segera.

Target pengobatan DM adalah untuk mengontrol kadar gula dalam darah sampai mendekati kekeadaan non diabetic dan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Penggunaan insulin yang tidak efektif oleh tubuh karena resistensi insulin akan berpengaruh terhadap jaringan otot, lemak dan liver yang berakibat terjadinya hiper insulinemia, hiperglikemia dan dislipidemia. Adanya resistensi insulin akan berpengaruh terhadap perkembangan komplikasi vascular diabetik, yaitu komplikasi yang melibatkan pembuluh darah, contoh hipertensi, gangguan jantung, stroke, kebutaan (miopati), kerusakan ginjal, susah sembuh  luka, dan lainnya.

Setiap terapi DM tipe 2 haruslah selalu mengingat pada perbaikan resistensi insulin. Contoh obat-obat DM tipe 1 adalah insulin. Untuk DM tipe 2 antara lain obat yang mengandung metformin yang bisa digunakan tunggal maupun kombinasi dengan sulfonylurea, thiazolidindion atau insulin.

* penulis

amalia shufiana, ssi, apt apoteker di apotek lia, kepala seksi pemasaran dan kerjasama di balai hiperkes mataram

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah