Published On: Tue, May 24th, 2016

Bea Cukai Mataram Gagalkan Penyelundupan 6 Ribu Lebih Bayi Lobster

dibaca 1,280 kali
Share This
Tags
tskRADIO LOMBOK FM, MATARAM – Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram, menggagalkan upaya penyelundupan bayi lobster sebanyak 6.250 ekor yang didapatkan dari wilayah pantai selatan Lombok.
Upaya penyelundupan yang dilakukan tersangka AS rencananya bayi lobster tersebut akan dibawa ke Singapura melalui Bandara International Lombok. Upaya penyelundupan berawal dari informasi yang diterima dari intelejen dan Kodim 1620 Lombok Tengah bahwa akan ada upaya penyelundupan bayi lobster melalui Lombok International Airport. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram, Himawan Indarjono mengatakan, pada tanggal 23 Mei 2016 pukul 18.30 WITA, bertempat di Lombok International Airport, telah dilakukan penggagalan upaya penyelundupan bayi lobster yang dibawa oleh calon penumpang tujuan negara Singapura. “Sehingga dari hasil profiling kami mendapatkan target penumpang yang diduga membawa barang tersebut. Dengan dugaan tersebut, waktu itu kami lakukan scanning di x-ray kami, dan setelah menduga berdasarkan identifikasi x-ray bahwasanya kami melakukan pemeriksaan fisik bersama teman-teman dari balai karantina perikanan, sehingga dapat dibuktikan bahwa benar, bahwa barang yang dibawa adalah baby lobster”, ungkap Himawan Indarjono kepada RADIO LOMBOK FM (24/05/2016). Himawan menambahkan, dari hasil pemeriksaan kedapatan bayi lobster sejumlah 6.250 ekor.
Modus yang digunakan tersangka, bayi lobster dibungkus ke dalam kantong plastik yang diisi air dan oksigen, lalu dimasukkan ke dalam satu unit koper sehingga menyerupai barang bawaan pribadi penumpang. Dan diperkirakan nilai total barang bukti sitaan berupa bayi lobster sejumlah 6.250 ekor tersebut sekitar Rp. 312.500.000 dengan asumsi harga per ekor senilai 50 ribu rupiah, imbuh Himawan. Selama tahun 2016 ini, kantor Bea dan Cukai Mataram telah melakukan penggagalan upaya penyelundupan bayi lobster sebanyak tiga kali, yaitu pada tanggal 30 Maret, 6 Mei, dan 23 Mei 2016. Atas perbuatan tersangka Pasal 4 Peraturan Pemerintah RI Nomor 15 Tahun 2002 tentang karantina ikan dan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01 Tahun 2015 tentang Penangkapan Lobster, Kepiting, dan Ranjung dengan acaman hukuman satu tahun sampai sepuluh tahun. (006|023)

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah