Published On: Wed, Feb 11th, 2015

Bau Nyale Tahun Ini Kurang

dibaca 585 kali
Share This
Tags

 

RADIO LOMBOK FM -Warga Masyarakat Lombok Tengah merasakan sensasi berburu cacing laut. Namun hasil tangkapan cacing laut Ini (Jelmaan Putri  Madalika red) tahun ini sangat kurang. Pesta rakyat untuk mengenang kisah Putri Mandalika ini sudah dilaksanakan di beberapa tempat, diantaranya adalah,  Selong Belanak, Kute dan Pantai Aan, namun acara yang dipusatkan di panggung terbuka di Pantai Seger, Desa Kuta Kecamatan Pujut Loteng, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Menurut Mq Bayan Tokoh Spritual Core Even Bau Nyale, tanggal acara ditentukan berdasarkan penanggalan Sasak dan hasil kesepakatan dari tokoh adat, Bupati Lombok Tengah dan pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lainnya. Beberapa kegiatan dari Core Event Bau Nyale 2015 adalah festival bau nyale itu sendiri, presean, balapan kuda, parade budaya Putri Mandalika dan masih banyak lagi. Bahkan, Pemkab  mengundang grup band Ungu untuk memeriahkan acara tersebut. “ya acaranya sukses dan lancar ribuan warga mengunjungi pantai seger guna melihat band papan atas tersebut.” Unkap Mq Bayan di Sela acara Bau Nyale di Pantai seger. Kata dia, Tradisi penyambutan bau nyale sudah dilakukan turun-temurun sejak ratusan tahun silam. Festival ini terus dilestarikan dan diharapkan semakin memotivasi kemajuan di sektor pariwisata. Bau dalam bahasa Lombok berarti menangkap, sedangkan nyale adalah sejenis cacing laut muncul sekali dalam setahun di pantai selatan Pulau Lombok. Nyale ditangkap pada 19-20 bulan kesepuluh dan kesebelas awal tahun Sasak yang ditandai dengan terbitnya Bintang Rowot. Menurut perhitungan suku Sasak, bulan kesatu dimulai pada 25 Mei dan umur setiap bulan dihitung 30 hari. “Konon nyale yang ditangkap itu diyakini sebagai jelmaan dari Putri Mandalika yang dalam cerita rakyat menceburkan diri ke Laut Selatan Pulau Lombok. Ia nekat melakukan itu karena kesulitan memilih satu dari tiga pangeran yang ingin menikahinya.” Cerita Mq Baya. Selanjutnya, upacara ini akan sangat meriah saat dimana masyarakat akan berkerumun menangkap nyale di sepanjang pantai. Pada malam sebelum festival berlangsung, biasanya masyarakat melakukan ritual sendiri di rumah mereka masing-masing. Beberapa ritual bau nyale adalah memotong ayam dan membuat ketupat. Masyarakat setempat meyakini bahwa nyale berhubungan dengan kesejahteraan dan keselamatan. Nyale bisa menyuburkan tanah sehingga hasil panen memuaskan. Jika banyak cacing yang keluar dari laut, berarti pertanian mereka berhasil. Nyale yang sudah ditangkap di pantai biasanya akan ditaburkan di sawah, bahkan ada yang mengolahnya menjadi santapan dan obat kuat.” Namun kali ini Berburu Nyale agak Kurang,” ujar Hanan salah seorang Warga Lombok Tengah di Lokasi Core Even Bau Nyale. |036.003.11.02.2015

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah