Published On: Sun, Oct 20th, 2013

Banyaknya Orang Tua yang Kini Sendiri

dibaca 1,071 kali
Share This
Tags
Banyaknya Orang Tua yang Kini Sendiri

Banyaknya Orang Tua yang Kini Sendiri

Banyaknya Orang Tua yang Kini Sendiri (Catatan di musim kebalit) Oleh Zulkipli Dia biasa dipanggil Inaq Seler. Janda tua ini tinggal sendiri di rumahnya, di sebuah kampung di Lombok Selatan. Makan minum, dia urus sendiri. Dia mengisi hari-harinya dengan menenun tenunan khas Sasak. Dia bukannya tidak punya anak. Satu anaknya menjadi tentara (TNI), tinggal bersama istrinya yang orang Jawa di Mataram. Anaknya yang terakhir, menikah dan ikut suaminya. Suatu ketika, dia menumpang di Mobil, meminta untuk di antar ke anaknya. Katanya dia mau pergi minta uang ke anaknya. Saya bertanya “kenapa bukan anak ibu yang antarkan uang?”. “Dia sibuk” jawabnya ringkas. Namanya Inaq Melah, tetangga saya. Punya anak, tetapi sampai dia janda, jompo, dan buta. Tidak ada anaknya yang menemaninya tinggal di rumahnya yang reot. Kini dia tinggal di rumah keponakannya dalam kondisi buta dan renta. Anak cucunya entah kemana. Papuk Kayah biasa dipanggil. Numpang tinggal di rumah suami dari cucunya. Kini cucunya telah meninggal. Dia tetep tinggal di rumah kumuh tersebut. Mencari kayu bakar, ranting-ranting kayu, untuk dijadikan memasak di dapurnya. Anak cucunya entah kemana. Bila dikumpulkan, akan terkumpul puluhan cerita miris tentang kesendirian orang tua. Orang tua yang telah berjuang melahirkan anaknya, membesarkannya, menyekolahkannya, bahkan menikahkannya sampai begawe yang meriah. Banyak orang tua di pulau Lombok ini kini sendiri di masa senjanya. Mencari makan sendiri di saat anaknya mungkin sedang kelebihan makanan. Memasak dengan kayu bakar di saat anaknya memasak dengan api biru. Dia rela menderita di saat anaknya mungkin sedang berbelanja dengan istrinya yang dari jauh. Para orang tua itu lebih besar cintanya daripada harapan untuk dibalas cintanya. Ketika sekolah dulu, bahkan para orang tua itu tidak berani membeli baju baru, memasak lauk yang berbeli demi memikirkan SPP anak-anaknya. Tapi kini, mereka di tinggal sendiri. Tapi mereka tidak mengeluh, karena cinta mereka tiada bertepi bersamaan dengan cinta anaknya kepadanya yang hanya di tepian.

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah