Published On: Thu, Mar 3rd, 2016

Bandara International Lombok Aman Dari Premanisme

dibaca 1,204 kali
Share This
Tags

LIARADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Komadan kodim 1620 Wira bakhti letkol inf. Ary Tri Hedhiyanto tetap akan memasang pasukan TNI di bandara Lombok International Air Port. Pasalnya pihaknya menginginkan keamanan dan kenyamanan didaerah bil karena selama ini bandara sudah dicap buruk dari tata kelola hingga yang paling urgent adalah keamanan bandara karena meupakan objek vital yang harus steril dari segala macam gangguan keamanan termasuk semua petugas dan yang ada di bandara harus menciptakan rasa nyaman dan aman di bandara.

Dandim 1620 wirabahkti yang ditemui di salah satu hotel dikawasan bandara mengatakan” apa yang sudah dilakukan itu sudah sesuai dengan aturan yang ada sehingga pihaknya akan terus memasang personil TNI disetiap sudut bandara Dandim juga menyebutkan , apa yang saya lakukan ini bukan untuk kepentingan kodim namun untuk kepentingan masyarakat kebanyakan, bisa terlihat dari perubahan yang ada saat ini sudah jarang terdengar adany informasi pembegalan dan perampokan di Lombok Tengah” tegas Dandim.

Dari informasi yang di himpun Lombokfm penempatan personil TNI di bandara LIA karena selama ini adanya informasi jika adanya praktek pungli dan premanisme di bandara sehingga personil TNI harus ditempatkan di Bandara LIA.

“semua kebijakan yang baik pasti ada prokontra ada orang yang tidak setuju dengan kebijakan itu karena akan mengganggu kepentingannya namun hal itu tidak berpengaruh karena apa yang dilakukan aparat TNI itu sudah didukung kepala daerah baik gubernur,bupati dan wakil bupati. Ungkap dandim.

Selain itu, Dandim juga membantah bawahannya melakukan pemukulan terhadap oknum petugas trolyman Bandara Lombok seperti yang diberitakan selama ini. Yang terjadi sebenarnya, kata Dandim, anggota yang saat itu berjaga melihat oknum petugas trolyman memeriksa dokumen TKI, padahal pemeriksaan itu bukan menjadi tugasnya. Karenanya, anggota TNI yang berjaga itu menegur trolyman dan mengantarkan beberapa orang TKI tersebut ke petugas BP3TKI selaku pihak yang berwenang melakukan pemeriksaan,jelasnya.

“Teguran itulah yang tidak diterima oleh oknum trolyman itu, kemudian marah-marah sama anggota TNI yang berjaga. Bahkan sempat mengeluarkan ucapan caci-maki sambil menyalahkan sikap anggota TNI itu,” tutur Dandim.

Dandim menegaskan, situasi di dalam bandara kerap terjadi pemalakan dan pemerasan yang dilakukan oleh oknum trolyman dan porter dengan modus membawa TKI masuk ke dalam loby kemudian meminta sejumlah uang,jelasnya. “Tindakan-tindakan ini yang coba kami tertibkan,” imbuh Dandim.

Dandim yang dikenal cukup tegas ini juga menjelaskan, situasi pelayanan TKI di bandara Lombok mulai kondusif dan tertib. Para TKI maupun masyarakat penumpang bandara lainnya tidak perlu khawatir terhadap aksi-aksi pemalakan dan pemerasan, baik yang berangkat maupun pulang. “Jika masih terjadi, silakan minta bantuan kepada anggota TNI yang berjaga di bandara,” pungkas Dandim.

Dari keterangan warga yang enggan di mediakan menyebutkan Bahkan, bandara Lombok sering dijadikan sebagai tempat pesta minuman keras dan perjudian oleh sekelompok preman saat bandara tidak beroperasi pada malam hari. “Namun setelah dijaga bapak-bapak TNI, pesta minuman keras itu tidak ada lagi,” ungkap warga.
Warga juga meminta aparat TNI tetap berjaga di Bandara LIA supaya kondisi keamanan tetap terjaga di bandara LIA.|003|004|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah