Published On: Sat, May 21st, 2016

Ayo Berkunjung ke Tempat Wisata Budaya Bayan

dibaca 555 kali
Share This
Tags

bayan

RADIO LOMBOK FM -Lombok Utara – Bayan Menjadi Tujuan Wisata Budaya, Karena Para Wisatawan  bisa berkunjung ke Masjid Kuno Bayan, Masjid Kuno Barong Birak,  Masjid Kuno Semokan yang atapnya terbuat dari Bambu, dindingnya juga dari Bambu lantai Tanah  juga bisa melihat makam yang atap bangunannya dari bambu juga sedangkan Rumah Tradisional  semua atapnya dari alang-alang dan yang paling unik lagi bisa melihat Pakaian  masyarakat adat Bayan  seperti Jong Bayan, Kereng Poleng, kereng londong abang, dodot rejasa,  semua itu merupakan Hasil Tenun Masyarakat Adat Bayan bahkan  bisa di beli sebagai oleh-oleh, suku cadang tersedia di Depan Masjid Kuno Bayan dan Karang Bajo. 20-05-16

Setiap Daerah memiliki Rumah adat dan tradisi yang berbeda-beda, begitu juga dengan bentuk Rumah adat yang ada di Kecamatan Bayan di sebut Bale mengina, rumah adat itu bisa ditemukan di masing-masing Desa  yaitu Desa Bayan, Desa Karang Bajo, Desa Senaru, Desa Loloan, Desa Sambik Elen, Desa Anyar dan Desa Sukadana tepatnya di Kampu Bayan Timur, Kampu Bayan Barat, Bale Kiyai Pengulu, Bale  Kiyai Ketip, Bale Mak Lokak Pelawangan, Bale Mak Lokak Karang Salah, Bale Mak Lokak Perumbak Daya, Bale Mak Lokak Gantungan Rombong,  Bale Kiyai Lebe, , Bale Mak Lokak Karang Pande, Bale Mak Lokak Karang Bajo, Bale Mak Lokak Karang Tulis, Bale Mak Lokak Karang Tuban, Bale Mak Lokak Singgan, Bale Mak Lokak  Lang-lang, Bale Mak Lokak Walin Gumi,  Bale Mak Lokak Perumbak Lauk, Bale Mak Lokak Senaru, Bale Mak Lokak Loloan, Bale Lokak Anyar, Bale Lokak Ruak Bangket dan lain-lain.
baj
Bale adat yang di tempati oleh mak lokak terdiri dari bangunan bale menginga sebagai Tempat tinggal, amben belek tempat barang kebutuhan acara, Amben berik tempat perabot rumah tangga juga sebagai tempat tidur , berugak saka enam tempat melaksanakan acara dan tempat menerima tamu, Sambi dan geleng tempat penyimpanan padi bulu, monjeng tempat penyimpanan padi sehari hari sebelum di olah menjadi beras. Bale Adat di pelihara dan di tempati oleh para toak turun ini tetap terpelihara sepanjang masi menduduki jabatan sebagai perusa, jabatan tertentu, apabila yang bersangkutan sudah ujur di lanjutkan oleh anak keturunan yang lain dan rumah adat tersebut tetap di tempati, sedangkan untuk pelaksanaan perbaikan rumah di kerjakan secara gotong royong oleh masyarakat adat, dan semua masyarakat adat mendukung baik dari biaya maupun dari segi waktu untuk membantu mengerjakannya.

Bale adat akan tetap terawat sampai seterusnya jika ada kerusakan baik dari atap alang-alang, pagar bedek dan tiang kayu, belandar dan usuk, baru di lakukan perbaikan, bahan bamboo untuk kebutuhan adat tidak usah di beli karena masyarakat adat mempunyai suku cadang bambu, begitu juga dengan kayu ada tempat husus untuk menebang dengan cara adat, tinggal ongkos pulangkan bahan saja, yang di beli itu adalah alang-alang. Bale Adat adat tidak memiliki jendela,  pintunya yang pendek jadi kita harus menunduk memberi hormat ketika hendak masuk, Bale adat ini walau tidak mempunyai ruang tetapi ada 2 pintu, yaitu pintu luar dan pintu inan bale yang di atas. Sedangkan busana pada saat basuk rumah adah itu kita  tidak boleh memakai baju kaos, harus baju yang ada kancing, begitu juga kain yang dipakai harus kain batik panjang tidak boleh memakai kain londong yang dijahit dan tidak memakai alas kaki.(008|001)

 

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah