Published On: Sun, Apr 9th, 2017

AVSEC Bandara Lombok Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster

dibaca 148 kali
Share This
Tags

k1RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Petugas Aviation Security (AVSEC) Bandara Lombok International Airport, LIA, Sabtu 08/03. Berhasil menggagalkan penyelundupan puluhan ribu bibit lobster yang dibawa dengan mengunakan dua koper tujuan Surabaya -Batam.

General manager LIA I Gusti Ngurah Arditha, menegaskan pihaknya berhasil melakukan penangkapan terhadap penyelundup bibit lobster itu setelah petugas AVSEC yang piket Sabtu pagi di ruang pemeriksaan X-ray curiga dengan tas besar bawaan dari salah satu penumpang tujuan bandara Juanda Surabaya,namun ketika masuk ruang pemeriksaan tas itu sangat ringan, Sehingga AVSEC melakukan pengecekan lagi dan menemukan puluhan kantong yang berisi puluhan ribu bibit lobster.

” Ini berkat security AVSEC yang jeli dan ketat melakukan pengawasan sehingga bisa digagalkan.” jelas Arditha.

Jenis lobster yang di amankan antara lain 21000 bibit lobster jenis pasir dan 2000 bibit lobster jenis mutiara, yang dibungkus dengan menggunkan spon atau busa yang diberikan oksigen.
“Cara penyelundupan seperti ini merupakan cara baru supaya lebih praktis”,ucap Arditha.

Lobster yang berhasil digagalkan setelah melalui pengecekan total harganya mencapai 1,6 milyar rupiah, sehingga penyelundupan bibit lobster dari bandara LIA sangat masif karena keuntungan yang didapatkan sangat menggiurkan.

Kepala balai karantina perikanan mataram Farhan menegaskan Pelaku sendiri diketahui inisial AM merupakan warga jakarta yang berdomisili di Bali dan diduga merupakan komplotan penyelundup bibit lobster international.
” Kami masih melakukan pengembangan apakah pelaku ini merupakan jaringan yang selama ini kerap beraksi melalui bandara Lombok LIA” ungkap Farhan.

Diwaktu yang bersamaan juga rekan pelaku ditangkap di Surabaya tengah berusaha meloloskan bibit lobster.
Pelaku dijerat Undang-undang nomor 45 tahun 2009 junto pasal 88 dan 16 ayat 2 tentang Perlindungan perikanan dengan ancaman 6 tahun penjara.

Bibit lobster asal Lombok sejauh ini menjadi primadona bagi para pelaku penyelundup bibit lobster karena memiliki kwalitas yang sangat bagus dengan harga yang sangat mahal, per ekor jenis pasir dan mutiara bisa dijual mencapai 685 ribu rupiah.

” Harganya sangat mahal sehingga bibit lobster asal lombok terutma lombok selatan, Sumbawa dan swjumlah tempat di pulau Lombok sangat diminti” ungkap Farhan.

Pihak bandara dan KKP selanjutnya membawa puluhan ribu bibit lobster itu ke pantai pandanan Kabupaten Lombok Utara untuk dibudidaya supaya tidak mati. |003|008|

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah