Published On: Sat, Mar 5th, 2016

Antisipasi Keributan Warga paska Pengerusakan Kandang bebek, Kelurahan Tempuh jalur mediasi

dibaca 429 kali
Share This
Tags

IMG20160304144802RADIO LOMBOK FM,Lombok Tengah – Paska pengerusakan kandang bebek,di kampung Tiu Lekong di kelurahan Perapen Praya Lombok Tengah, warga dan pemilik lahan dipertemukan di kantor lurah,Pertemuan itu diinisiasi oleh kaling Dasan Lekong kelurahan setempat.

Sebelumnya warga melakukan pengerusakan terhadap kandang bebek didepan rumah warga karena warga tidak tahan dengan kondisi lingkungan semenjak adanya kandang bebek tersebut,menimbulkan bau menyengat yang sangat mengganggu warga setempat.

Azhar selaku pemilik kandang menuturkan kronologis kejadian pengerusakan yang menimpa kandang bebek miliknya,” berawal pelemparan yang dilakukan warga setempat tanpa adanya persoalan yang jelas namun dirinya mengakui memang pernah dipertemukan oleh masyarakat setempat untuk menyelesaikan persoalan bau kadang itu namun pihaknya bernaung pada izin dari pemerintah, sehingga dirinya tidak perlu menanggapinya”,jelasnya.

“Saya sudah mengurus izin, dan ada siupnya, namun pada jum’at malam 4/03/2016 semua kadang itu dirusak dan bebek saya sejumlah 600 ekor hanya tinggal 167 ekor belum lagi yang mati, sehingga hal ini yang membuat saya untuk melanjutkan persoalan ini keranah hukum untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat setempat untuk tidak berbuat seperti itu lagi.” Tuturnya didepan semua warga kampung Tiu Lekong.

Selamet salah satu warga di lingkungan Tiu Lekong yang menghadiri mediasi itu menegaskan “pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan baik dan sudah dilakukan permintaan supaya pak Azhar untuk menyelesaikan persoalan bau terhadap ternak bebek itu namun setelah dikasih rentan waktu hingga satu bulan lamanya pak Azhar tidak kunjung memperbaiki kadang bebeknya, hingga Azhar malah menambah lagi ternak bebeknya berhubung baunya semakin menyengat,jelasnya.

“Terkait tudingan adanya penjarahan warga membantah keras karena tidak ada warga yang melakukan penjarahan terhadap bebek milik pak Azhar namun bebek itu dicuri oleh oknum yang memanfaatkan situasi itu”, ungakap selamet.

Dalam mediasi itu pihak korban pengerusakan mempertanyakan izin yang didikeluarkan oleh kelurahan pasalnya pihak korban sudah melakukan prosedur yang ada untuk mengurus izin beternak.
Lurah perapen yang melakukan mediasi pada pertemuan itu, menegaskan “jika persoalan ini jangan dibicarakan persoalan izin namun harus pokus pada solusi persoalan ini, sehingga tidak lagi memicu persoalan ditengah tengah masyarakat, namun jika persoalan ini terus dilanjutkan ke ranah hukum maka pihak kelurahan tidak bisa melakukan interpensi terkait persoalan itu,” ungkap Lalu samsul Hilal.

Dari hasil mediasi, pihak korban dan masyarakat menyepakati jika Azhar akan menutup kandang bebek itu karena sudah sangat mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, namun Azhar akan terus melanjutkan persoalan ini kejalur hukum, hal ini dilakukan karena korban mengalami kerugian yang sangat besar.
Kendati demikian masyarakat meminta supaya azhar tidak lagi melanjutkan persoalan ini keranah hukum mengingat hal ini melibatkan masyarakat banyak di Tiu Lekong lingkungan Kolak Kagik, Kelurahan Prapen.|003|07|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah