Published On: Thu, Oct 1st, 2015

Anggaran 20 Persen Belum Sepenuhnya Direalisasikan Untuk Pendidikan

dibaca 831 kali
Share This
Tags

sekolahRADIO LOMBOK FM – Anggaran pendidikan secara prosentase sesuai dengan undang-undang yakni 20%.Namun anggaran yang 20 persen tidak sepenuhnya direalisasikan untuk kemajuan pendidikan. Padahal anggaran merupakan salah satu dari ruh pendidikan itu sendiri.

Hal tersebut ditegaskan Direktur Badan Analisa Sosial dan Advokasi Masyarakat (Basamas) Kabupaten Lombok Utara, Raden Dedi Setiawan, SH, ketika ditemui lombok fm dikediamannya [30/9/2015] di Desa Sukadana Kecamatan Bayan.

“Anggaran itu rohnya pendidikan sesuai dengan UU yang 20 persen, cuma anggaran tersebut tidak sepenuhnya direalisasikan untuk dunia pendidikan. Kalau saya persentasikan, anggaran 20 persen ini dibagi-bagi, untuk pelatihan, tenaga pengajar dan perlengakapan sekolah, sehingga saya bisa katakan bahwa anggaran untuk pendidikan berkisar 1, sekian persen”, tegas Dedi.

Dikatakan, bila anggaran tersebut dimaksimalkan maka anak-anak miskin bukan hanya mendapat akses 9 tahun melainkan bisa ke perguruan tinggi. Karenanya, anggaran 20% sebaiknya ditata kembali peruntukannya sehingga anggaran besar tersebut dinikmati anak-anak Indonesia yang kurang beruntung dari segi ekonomi.

Tujuan pendidikan sendiri, lanjut Dedi, seperti termaktub dalam pembukaan UUD 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa. Para pendiri bangsa melihat kedepan penataan pendidikan yang berkarakter sesuai kepribadian bangsa.

Bukan hanya kecerdasan otak yang diinginkan bangsa tetapi cerdas yang membawa kesejahteraan bangsa. Cerdas otak, cerdas emosional dan cerdas sosial itulah yang diterawang kelak dibutuhkan bangsa kedepan.

Terkait masalah kualitas pendidikan yang dipengaruhi oleh anggaran, menurut Dedi kita lihat berapa anak-anak atau pemuda yang lulus sekolah yang menjadi pengangguran. “Angka pengangguran angkatan kerja lulusan S1 untuk NTB sudah mencapai 40 persen. Dan angka itu akan terus berkembang. Di Universitas Mataram sendiri sekali meluluskan mencapai 2000 orang persatu kali wisuda”, jelas aktivis Lombok Utara ini.

Angka ini ditambah lagi dengan lulusan SMA, seperti di SMAN 1 Bayan sendiri, dari 300 siswa lebih yang lulus, yang hanya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi hanya berkisar 20 orang pertahun.

Dedi mengharapkan kepada seluruh stakeholder pendidikan, di mohon secara serius memikirkan aset masa depan bangsa yakni SDM melalui pendidikan. Pendidikan berkarakter lokal berkualitas internasional, dan tidak melupakan budaya kearifan lokal.004| 024|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah