Published On: Thu, May 12th, 2016

Amir Husen Desperindag Ancam Laporkan Pengecer Yang Jual Pupuk di Atas HET

dibaca 727 kali
Share This
Tags

amirRADIO LOMBOK FM, Lombok Tengah-Kepala Dinas Prindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag), Kabupaten Lombok Tengah, H Amir Husen meminta kepada para petani di wilayah Lombok Tengah, untuk segera melaporkan bila menemukan distributor dan pengecer yang menjual pupuk di atas Harga Eceran Tetap (HET) yang ditetapkan pemerintah.“Kalau ada laporan, kami akan turun dan menindak tegas mereka,” ujarnya sembari memperlihatkan harga HET yang ditetapkan pemerintah di rungan kerjanya 12/05.

Ia menyatakan, sebagai langkah antisipasi terhadap kejadian itu di musim tanam kedua ini, pihaknya sudah menurunkan timnya untuk memantau pengecer di semua wilayah. Sebab petani saat ini sudah mulai melakukan pemupukkan terhadap tanamanan padinya.“Kalau kami temukan ada pengecer nakal, izinnya kami akan cabut,” ucapnya.

Menurutnya, tidak diperkenankannya distributor hingga kios pengecer untuk menaikkan harga pupuk bersubsidi melebihi HET itu, dikarenakan semua biaya angkutan hingga tiba di kios sudah ditanggung oleh Pemerintah.

Sedangkan distributor atau pengecernya hanya menyiapkan tempat dan membayar lunas setiap pupuk yang akan diperjual-belikannya. “Kalau alasan pengecernya upah angkutnya mahal, itu tidak benar, Karena semua biaya ditanggung pemerintah.

Tugas mereka hanya menjualkan pupuk saja kepada petani dengan pedomanan kuota pupuk yang diusulkan,” ujarnya Ia menjelaskan, untuk harga harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi ditetapkan oleh pemerintah diantaranya, pupuk urea Rp 1.800 per kg, SP-36 Rp 2000 per kg, pupuk ZA Rp 1400 per kg, NPK Rp 2300 per kg dan pupuk organik ditetapkan Rp 500 per kg. “Harga tersebut berlaku mulai dari distributor hingga ke kios pengecer resmi yang terdapat di kecamatan, kelurahan atau di desa,” tegasnya.

Jadi jangan main-main menaikkan harga, karena bisa proses hukum,” sambungnya. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan petugas pertanian lapangan (PPL) yang ditugas di masing-masing wilayah jangan hanya diam saja.

Bila ada gejolak terhadap dimasyarakat tentang leading sector pertanian terutama masalah pupuk, segera menyampaikan ke yang lebih atas. “Saya lihat petani ini tidak laporkan pengecer nakal itu, karena takut tidak diberikan jatah pupuk,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya harapkan pada seluruh masyarakat Lombok Tengah juga untuk ikut mengawasinya. Jika ada distributor atau kios menaikkan harga di atas HET, maka laporkan mereka ke aparat polisi atau ke dinas terkait. “Memang ada laporan tetapi tidak tertulis dari masyarakat, Kedepanya kita harapkan masyarakat melaporkannya” pintanya.|003|0011|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah