Published On: Tue, Sep 11th, 2018

Alumni Undip Bangun Huntara di Lombok Hingga Tawaran Kapsul Tsunami

dibaca 478 kali
Share This
Tags
RADIO LOMBOK FM, Mataram-Relawan Ikatan Alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah (Jateng) membangun rumuah hunian sementara (Huntara) di Pulau Lombok. Huntara ini dibangun mengingat masa penyelesaian pembangunan perumahan yang dilakukan pemerintah saat ini membutuhkan jangka waktu lama. Alasan lain banyak resiko yang ditimbulkan jika terlalu lama masyarakat berada di tenda pengungsian. Selain terserang wabah penyakit, para pengungsi juga terancam banjir mengingat hujan sudah mulai turun.

Ketua Tim Relawan Alumni Undip Semarang, Budi Laksono menyatakan, Huntara dengan pemodelan yang disebut AB 6 Home tersebut memastikan pengerjaannya tuntas dalam kurun waktu enam jam. Huntara tersebut juga terjamin tahan gempa karena terbuat dari bahan ringan dan tapi memiliki struktur yang kuat.

“Bangunan tersebut hanya berbahan kayu dan seng. Dengan material bahan ini, bangunan bisa menjadi tempat tinggal masyarakat agar tidak lagi berada di tenda darurat. Hidup di tenda selama berminggu-minggu sangatlah sengsara,” ujar Budi di Mararam s, Senin (10/9).

Dikatakannya, dimana-mana persoalan yang terjadi bila seseorang kehilangan rumah maka mereka akan sulit membangun kembali, dengan alasan kekurangan bahan, tidak ada keahlian, dan tidak memiliki anggaran. AB 6 Home yang dibangun terikat dengan baik membuat rumah hanya bergoyang ketika gempa. Rumah tersebut tidak roboh layaknya berada dalam tenda pengungsian.

Menurut Budi, proyek Huntara ini didanai dari uluran tangan dermawan. Di Lombok sudah terbangun di Lombok Utara, Lombok Timur maupun Lombok Barat. “Di Sambik Bangkol, Lombok Utara saja sudah terbangun sebanyak 80 unit.

Dikatakan Budi, pihaknya juga mengampanyekan cara pembuatan rumah sementara. Terbukti banyak warga juga sudah membangun sendiri rumahnya setelah melihat percontohannya.

Selain Huntara, kata Budi, pihaknya juga membangun toilet sementara yang sehat, saluran air minum dan juga kapsul tsunami. Kapsul tsunami tersebut dimodifikasi dari tangki air yang didalamnya diberikan pemberat dan selang teropong. “Kita berikan kapsul tsunami pada warga di pesisir, jika gempa berpotensi tsunami. “Kapsul tersebut sudah kita modifikasi. Jika terjadi tsunami, warga bisa masuk ke dalam jika tidak sempat pergi ke jalur evakuasi,” terangngya.(07/019)

 

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah