Published On: Sat, Oct 10th, 2015

Alih Fungsi Lahan Menjadi HTI Belum Disepakati Warga Sambelia

dibaca 935 kali
Share This
Tags

haRADIO LOMBOK FM – Ratusan petani lahan kering belum sepenuhnya sepakat terkait sosialisasi alih pungsi lahan kering menjadi hutan tanaman industeri [HTI]. PT Sadana bersama dinas kehutanan Lombok Timur rabu [08/10/2015] mensosialisasikan alih pungsi lahan kering menjadi hutan tanaman industri [HTI],namun hingga saat berita ini di turunkan masih menjadi perdebatan pada masyarakat. Pasalanya, masyarakat khususnya petani Desa Sambelia mempertahankan lahanya untuk dikelola tanpa ada campur tangan instansi atau perusahaan lain.

Fikri salah seorang warga Desa Sambelia mengatakan “sosialisasi alih fungsikan lahan kering menjadi hutan tanaman industeri berlum dapat diterima masyarakat” jelasnya saat ditemui lombok fm dikediamannya 9/10/2015.

Lahan seluas 83 heaktar tersebut sejak lama diincar PT Sadana, namun sampai saat ini menjadi persoalan dengan masyarakat, Di satu sisi PT Sadana sejak lama mengantongi izin dari pihak kementerian, namun masyarakat tetap mempertahankan lahannya untuk dikelola sendiri.

“PT Sadana sendiri telah lama mengkalaim izin untuk pengelolaan lahan warga Desa Sambelia, namun masyarakat tetap mempertahankan lahan mereka untuk di kelola sendiri tanpa ada campur tangan pihak instansi”,jelas Fikri. |006|008|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah