Published On: Sat, Oct 3rd, 2015

3.872 Lembaga Penyiaran Sudah Mendapat Izin

dibaca 469 kali
Share This
Tags

solongRADIO LOMBOK FM – Media penyiaran tumbuh menjadi industry dengan konstribusi besar pada pertumbuhan ekonomi,bukan saja industry biasa tapi industry yang cukup strategis, karena terkait dengan perlindungan kepentingan keamanan dan keberagaman masyarakat.

Demikian dikatakan Komisioner bidang pengelolaan struktur dan sistem penyiaran (PS2P) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pusat, Amirudin dalam sesi dialog pada pelatihan dan workshop membangun NTB melalui penyiaran, di hotel Jayakarta Lombok Barat, 1 – 3 Oktober 2015.

Menurut Amirudin, ” total izin penyiaran sampai September 2015 berjumlah 3.872, sekarang ini Indonesia sudah memasuki media penyiaran lengkap liberalisasi yang diatur UU nomor 32 tahun 2002 tentang lembaga penyiaran yang sebelumnya tertuang melalui UU nomor 24 tahun 1997,”jelasnya.

Posisi media lanjut Amirudin, idealnya dapat mencerminkan budaya (cultural monitoring), dan media mesti memediasi atau memberikan akses kepada seluruh kelompok masayarakat budaya dan politik. Karena peran media dalam pembangunan yaitu memberikan informasi, korelasi atau menghubungkan kebutuhan warga dan pemerintah serta sebagai fungsi control (surveillance).

Sementara Ketua KPID provinsi NTB Sukri Aruman mengatakan,” materi dinamika penyiaran di NTB yang pada intinya mengalami masalah utama yaitu pengurusan izin siaran, pelanggaran isi siaran dan persoalan sumber daya manusia penyiaran,” jelasnya. 004|032|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah