Published On: Mon, Nov 23rd, 2015

2019 Seluruh Pekerja Formal Wajib Jadi Peserta Program BPJS

dibaca 360 kali
Share This
Tags

eeLOMBOK TENGAH,lombokfm.com – Tahun 2019 mendatang, seluruh pekerja formal di NTB diwajibkan menjadi peserta program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Demikian disampaikan Kepala BPJS Bali Nusra Papua (Bnuspa),I Gusti Ngurah Suartika, beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan hal itu, BPJS saat ini melakukan berbagai langkah salah satunya dengan melakukan kerjsama dengan berbagai istansi dan lembaga terkait. Mislanya dengan BPPT dan BPMP2T.”Maksudnya agar kedepan setiap pelaku usaha yang akan menjalankan usahanya di Lombok Tengah, menjadi peserta program Ketenagakerjaan BPJS,”Katanya kepada Lombok FM.

Hal itu lanjut Ngurah Suartika, sesuai dengan amanah undang-undang dan Kepres 109 tahun 2015 yang menyatakan, bahwa setiap badan usaha yang memperkerjakan tenaga kerja itu wajib menjadi peserta program BPJS ketenaga kerjaan.”Kalau melihat undang-undangnya sesuai dengan undang-undang Nomor 40 tahun 2004 tentang sistim jaminan sosial nasional. Undang-undang nomor 4 tahun 2011 tentang BPJS ketenaga kerjaan, PP nomor 44 tentang program JKK,JAT dan JKM,”Jelasnya.

Hingga saat ini untuk NTB baru hanya sekitar 10 hingga 11 persen dari tenaga kerja formal yang sudah menjadi perserta BPJS dari seluruh pekerja formal yang saat ini menjadi peserta. Hal itu masih sangat kecil.”Ini karena animo masyarakat yang masih sedikit sekali untuk mengikuti program ini,”Imbuhnya.

Untuk diketahui oleh seluruh masyarakat lanjut Ngurah Suartika, program tersebut merupakan program Negara untuk memberikan jaminan perlindungan kepada masyarakat pekerja. Apalagi saat ini yang wajib menjadi peserta bukan saja pekerja formal yang menerima gaji secara bulanan.”Tetapi juga diwajibkan bagi pekerja sector informal yang kita kenal dengan nama BPU (Bukan Penerima Upah-red). Ini seperti pekerja mandiri seperti petani, nelayan dan atau tukang ojek dan lainya,”jelasnya lagi kepada Lombok FM.

Untuk sosialisasikan hal tersebut, saat ini pihak BPJS sudah melakukan berbagai cara baik dengan menggelar kegiatan langsung seperti yang dilakukan di mataram dengan melakukan gerebek pasar. “Mudahan saja dalam waktu 4 tahun kedepan, badan usaha di NTB yang jumlahnya sekitar 800 ribu ini bisa menjadi peserta program BPJS ini,”Pungkasnya.|001|30|

Iklan Teks


Raih ketenangan dengan akses yang luas di Bank Muamalat
Jasa pegadaian berprinsip syariah Islam, kunjungi situs resmi Pegadaian Syariah
Memberikan yang terbaik sesuai kaidah Islam, kunjungi situs resmi BNI Syariah